Ekonomi

PLN AREA SUKABUMI LAKUKAN SOSIALISASI SUBSIDI LISTRIK BAGI RUMAH TANGGA TIDAK MAMPU

SUKABUMI – Lentera Berita.Com
PLN Area Sukabumi lakukan Sosialisasi subsidi tepat sasaran kepada masyarakat dan para kepala desa di eks wilayah 2, bertempat di Aula Gedung Kecamatan Cibadak,Jln.Raya Siliwangi, Cibadak, Sukabumi,Jawa barat,Rabu ( 25 /1 ) .
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lentera berita.Com, Energi Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama penduduk Indonesia,dan untuk memberikan rasa keadilan, pemerintah menetapkan tarif listrik bersubsidi berlaku bagi rumah tangga tidak mampu sesuai amanat undang-undang nomor 39 tahun 2009 dan yang dimaksud Rumah tangga tidak mampu adalah rumah tangga miskin dan tidak mampu yang terdapat dalam Data Terpadu Program Penanganan Fakir miskin yang dikelola oleh Kementerian Sosial dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ( TNP2K ) yang berjumlah sekitar 25,7 juta rumah tangga,dan turut serta hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut diantaranya Muspika Kecamatan Cibadak, para kepala Desa yang berada di eks Wilayah 2 dan masyarakat.
I Gede Sugiarta, Assisten Manajer PLN Area Sukabumi bidang Administrasi dan Niaga,dalam sambutannya mengatakan kegiatan sosialisasi ini berkenaan dengan adanya Permen ESDM NO.28 dan Permen ESDM NO.29 Tahun 2016.
” Sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran ini adalah demi memenuhi keadilan akses listrik,untuk itu pemerintah memastikan bahwa penerima subsidi listrik adalah mereka yang memang berhak,yaitu masyarakat miskin dan tidak mampu berdasarkan data terpadu program penanganan fakir miskin yang disahkan oleh Menteri Sosial ,” Ujarnya.

Masih kata I gede,berdasarkan peraturan menteri ESDM Nomor.28 tahun 2016, konsumen rumah tangga daya 900 VA dikelompokkan menjadi dua golongan.

” Untuk tarif R-/900, yaitu tarif miskin dan tidak mampu,artinya golongan tarif listrik ini tetap disubsidi dan tidak mengalami kenaikan tarif,dan tarif R-1/900 RTM,akan mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap mulai 1 Januari 2017 ,” Tuturnya.

Salah seorang peserta sosialisasi Gerry Imam Soetrisno uang juga sebagai Kepala Desa Karang tengah,dalam sesi tanya jawab mempertanyakan Kos – kosan itu masuk administrasinya kemana,dan juga tentang kualitas pelayanan PLN dan juga mekanisme pelayanan dari pemasangan listrik 900 tersebut ,karena banyaknya masyarakat yang mampu memakai keterangan SKTM.

” Ini menjadi dilema buat kami para kepala desa, dikarenakan banyak masyarakat yang kondisinya mampu, akan tetapi membuat Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM ) ke desa hanya untuk melengkapi persyaratan untuk pemasangan baru ke PLN saja,dan dari hal seperti inilah PLN harus melakukan untuk memverifikasi kebenaran persyaratan tersebut agar pemasangan listrik yang tepat sasaran bisa terwujud ,” Pungkasnya.

 

Reporter : Abi Fikri

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co