Daerah

Bulan Pengurangan Resiko Bencana, BPBD Sosialisasikan Pencegahan Bencana

BOGOR – Lentera berita. Com
Pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat bulan ini termasuk bulan pengurangan resiko bencana, sengaja kita undang seluruh stakeholder Penanghilangan Bencana untuk mengadakan Rapat koordinasi (Rakor) bertemakan “pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat” dengan mendatangkan tim Teknis dan Operasional sebagai nara sumber.

Demikian dikatakan Budi Aksomo dari Badan Penanggulangan Bencaba (BPBD) Kabupaten Bogor selaku Moderator Acara ditemui di lokasi yang dihadiri oleh sekitar 100 orang peserta Rakor, Kamis, 26 Oktober 2017.

Masih menurut Budi Aksomo, hadir dalam acara Rakor, bukan hanya stakeholder bidang teknis tapi juga bidanh operasional dari berbagai kalangan termasuk para Aktivis, Penggiat dan SKPD diantaranya dari BAPELDAS, Kementrian ESDM dan dari IPB.

“Yang kita sosialisasikan adalah paradigma baru bersifat preventif dan tidak hanya represif seperti yang selama ini kita lakukan, karena kami sadar bahwa apalah artinya BPBD tanpa dukungan dari masyarakat,” tambah Budi.

“Kita semua tahu bahwa biaya penanggulangan itu lebih mahal dibandingkan pencegahan, maka pencegahan lebih baik daripada pengobatan atau menanggulangi,” tambahnya.

Budi berharap melalui Rakor ini, apa yang telah disampaikan oleh nara sumber dapat direspon positif oleh masyarakat. Sehingga niat yang baik, dapat direalisasikan bersama masyarakat luas di lapangan.

“Kami dari BPBD mengucapkan syukur alhamdulillaah dan terimakasih kepada semua pihak hususnya kepada para penggiat dan aktivis yang selalu ada di lokasi setiap kali ada kejadian bencana.

Dalam kesempatan yang sama, Prof Euis Sunarti dari Pusat Studi Bencana – LPPM IPB selaku Nara Sumber mengatakan; “Pngurangan resiko bencana berbasis masyarakat diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat diantaranya tidak menurup halaman rumah dengan tembok agar tanah dapat menyerap air dan air tidak hanya lewat yang dapat mengakibatkan bencana dalam hal ini banjir. Termasuk membuang sampah sembarangan”, katanya.

Bahkan masih menurut Prof Euis, masyarakat juga harus mau menanam tumbuhan di halaman rumah misal dengan tanaman dalam pot dan membuat lubang biopori yang berguna untuk menyerap air. Ini perlu gerakan masiv dari masyarakat agar dapat mencegah bencana hususnya banjir, karena apabila terjadi bencana, kerugiannya akan diderita oleh masyatakat juga, terang Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB yang juga Pendiri Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana (FPT-PRB) ini.

Reporter : Herman

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co