Daerah

Ratusan Masyarakat Di Empat Kecamatan Bersama Kapolres Sukabumi Deklarasikan Larangan Pengolahan Mercury

SUKABUMI – Lentera berita. Com

 
Kapolres Sukabumi AKBP M. Syahdudi S.I.K M.Si menggelar acara deklarasi penghentian penggunaan pengolahan mercury yang dihadiri Ratusan peserta dari Empat Kecamatan diantaranya, Kecamatan Cidahu, Parakansalak, Bojonggenteng serta Kecamatan Kalapa Nunggal.

 

Kegiatan deklarasi tersebut tepatnya digelar di Aula Kantor Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jum’at, 03/11/2017.

 

Dalam sambutannya Kapolres Sukabumi menjelaskan, sesuai dengan Undang – undang Nomor 11 tahun 2017 tentang mercury, bahwa kita dilarang mendistribusikan mengolah serta menggunakan bahan tersebut.

 

Oleh sebab itu, kata Kapolres masyarakat sudah berjanji dalam isi deklarasinya diantaranya :

1. Menghentikan pengolahan sinabar menjadi mercury
2. Mendukung penghapusan pengolahan mercury di indonesia
3. Menghentikan pendistribusian batu sinabar dan mercury serta tidak akan membeli atau memperdagangkan mercury ilegal di pasaran atau di toko bahan kimia
4. Bersedia dilakukan proses hukum apabila masih memproduksi dan menggunakan mercury.

Dirinya menjelaskan, bahwa Mercury itu ialah logam perak atau yang biasa disebut dengan Air Raksa dan memiliki ke unikan tersendiri dibanding yang lain.

“Mercury sipatnya logam tapi cair, artinya ketika benda tersebut berada pada suhu normal kurang lebih 25 derajat celcius dia akan berwujud cair tetapi kalau logam yang lain di simpan di suhu normal dia akan membeku,” tuturnya.

Kemudian lanjut Kapolres, jika bahan tersebut di panaskan pada suhu tertentu yaitu kurang lebih 3570 derajat selsius, dia akan menguap dan uap dari mercury justru akan berbahaya ketika terhisap atau terkontaminasi oleh mahluk hidup baik itu manusia hewan atau tumbuh – tumbuhan.

Lanjut Kapolres, benda tersebut merupakan hasil pengolahan dari sumberdaya alam yang di kenal dengan sebutan Batu Sinabar yang tersebar di beberapa wilayah untuk saat ini terkenal berada di provinsi maluku.

kemudian kata dia, Batu sinabar tersebut di selundupkan ke pelabuhan, dari situ diangkut dengan menggunakan kendaraan darat Truk misalnya, untuk dikirim sesuai dengan daerah distribusinya, seperti, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra, serta wilayah lainnya.

“Saya optimis pasti bisa menghilangkan atau melenyapkan pengolahan mercury tersebut khususnya diwilayah kerja Polres Sukabumi, karena ini menyangkut nama baik wilayah yang sudah terlanjur dikenal dengan daerah penghasil serta pengolah mercury,” tegasnya.

Oleh sebab itu kata Kapolres, kami akan terus berupaya menghentikan pengolahan mercury tersebut salah satunya dengan cara bekerjasama dengan semua unsur muspika di masing – masing wilayah untuk mendeklarasikan Undang – undang Nomer 11 tahun 2017 tentang larangan pengolahan mercury.

 
“Dengan demikian kami berharap bahwa masyarakat pada umumnya kedepan dapat memahami aturan tersebut sehingga tidak ada lagi tempat pengolahan maupun penggunaan bahan berbahaya tersebut,” Pungkasnya.

 
Reporter : Red. IPA

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co