Entertainment

Minor Fighter Indonesia Ramaikan Dunia Automotiv Indonesia

SUKABUMI – Lentera berita. Com

 
Lierhed Sukabumi Custom (LSC), bengkel modifikasi asal Cimenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini memiliki ide-ide nyeleneh, terutama soal modifikasi motor, LSC tidak hanya memodifikasi motor, namun bengkel ini juga memproduksi sendiri swing arm (lengan ayun).

 

Sejak dirintis tahun 2015 hingga saat ini mampu menghasilkan modifikasi keren dan membuat produk spare part diantaranya swing arm, body kit, dan aksesoris lainnya.

 

Pemilik Bengkel LSC, Trisna Saepurdah mengatakan hampir 50 jenis modifikasi dan ribuan spare part sudah pernah dibuat diantaranya modifikasi dengan konsep street fighter, street bike, sport bike bahkan hingga full costum.

 

” Biasanya, saya selalu memodifikasi motor sesuai permintaan konsumen saja. Seperti halnya, pada bagian kaki-kaki velg, ban, lengan ayun, shockbreaker depan, hingga piringan cakram semuanya serba diganti dengan penampilan lebih kekar dan berukuran lebih besar dari ukuran standarnya,” ujar pria yang juga menjabat Koordinator Minorfighters Simpul Sukabumi itu kepada awak media.

 

Minor Fighter (MF) Indonesia
Motor bergenre street fighter di Indonesia asal muasalnya dari kota Purwokerto,Sosok Agus Djanuar punggawa X-K Bike Design sudah bukan nama asing lagi, doi juga yang menyebarkan virus-
virus street fighter di Indonesia.
Perlu diketahui pula bahwa Minor Fighter bukanlah klub/ komunitas apalagi geng motor, MF ini adalah sebuah keluarga bermotor yang memiliki keterikatan hubungan
saudara bukanlah anggota. Makanya motor mereka
tertempel stiker bertuliskan BUKAN ANGGOTA KLUB
MOTOR, kalimat tersebut semakin mempertegas identitas
mereka. MF ini terlahir kedunia sejak 20 Oktober 2007
silam di perbukitan Dieng Plateu, Wonosobo.
Seiring berjalanya waktu, tentu saja banyak hal terjadi
didalam diri MF, halangan gangguan dan sebagainya.
Justru inilah yang menjadikan MF semakin solid dalam
hubungan antar keluarga. Ingat untuk menjadi keluarga
MF bukanlah hal mudah, seperti layaknya klub /
komunitas lain yang tinggal daftar dapat KTA langsung
masuk klub. “Disini keluarga bukan klub, jadi untuk
menjadi bagian dari kami harus benar-benar memiliki jiwa
yang sama” ungkap Agus Djanuar.
Istilah-istilah yang mereka miliki sebagai
berikut: untuk pusat nya MF dinamakan dengan Rumah
Simpul, sedangkan keluarga yang tersebar di kota lain
disebut sebagai Simpul. Nah, untuk orang yang bukan
keluarga MF namun memiliki dan memasang atribut MF
disebut sebagai Lapis Suport MF.
“Memiliki bordir MF bukan berarti MF hanya yang pasti
terdata di MF untuk keterlibatannya di lapis support MF
( ket : lapis support MF = orang/ individu diluar
keluarga ) mau menjadi terlibat langsung atau tidak
kembali berserah ke manusianya ( pemilik patch/ bordir
punggung ) tahapan proses ini yang kita kenal dg istilah
seleksi alam” jelas Agus Djanuar lagi.
keluarga yang minoritas ini ternyata
sudah diakui kalangan street fighter dunia lho. Terbukti
dengan beberapa ulasan majalah luar negeri di wilayah
Eropa sono seperti Streetfighters dan Street Monster.
Terus komunitas furax prancis, phonixfighter juga
mengakui adanya Minor Fighter. Kemudian beberapa
website di Belanda juga mengulas tentang Minor Fighter.
Meski memiliki basis mesin ber cc kecil namun filosofi
yang dimiliki inilah yang membuat MF di akui dunia.
Reporter : Karimullah

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co