Daerah

Diduga Adanya Kejanggalan Dalam Proses Pengadaan Lahan, DPTR Kabupaten Sukabumi Akan Dilaporkan Ke APH

SUKABUMI- Lentera berita. Com

 

Dugaan adanya Mark Up Anggaran dalam proses transaksi jual beli di pelaksanaan pengadaan tanah pengembangan dan penataan Daya Tarik Wisata Curug Sodong yang berada di wilayah Desanya, Kepala Desa Ciwaru ancam akan adukan permasalahan tersebut ke Aparat Penegak Hukum, pasalnya dirinya merasa kecewa akibat tidak adanya koordinasi dan konfirmasi terkait adanya kegiatan Penilaian dari Dinas Pertanahan Dan Tata Ruang ( DPTR) dan Tim Apprisal tersebut.

 
Taufik Guntur Rohmi, Kepala Desa Ciwaru kepada Lentera berita. Com mengatakan bahwa dirinya sangat kecewa dengan kinerja Dinas Pertanahan Dan Tata Ruang ( DPTR) dan Tim Apprisal yang menurut dirinya dinilai sangat tidak profesional karena sudah menghitung sebuah nilai objek tanah yang nilainya begitu sangat tidak masuk diakal dan juga dirinya merasa kecewa kepada instansi- instansi tersebut, Pasalnya mereka tidak ada koordinasi, konfirmasi ke Pemerintah Desa dalam penilaian harga objek tanah tersebut, karena dari DPTR datang ke Desa hanya pada saat membutuhkan tanda tangan dan stempel Desa saja.

 
” Dirinya jelas kecewa, karena dalam penghitungan Penilaian harga di objek pengadaan tanah tersebut nilainya begitu sangat fantastis, dan sangat tidak masuk diakal,” Ujarnya.

 
Masih kata Kepala Desa, untuk harga tertinggi objek tanah diwilayah pengembangan objek wisata Curug Sodong, adalah Rp. 150 ribu, itupun sangat susah sekali untuk mencari pembelinya, karena harga pasar objek tanah disana adalah disekitaran 50 sampai dengan 100 ribu per m2, akan tetapi yang terjadi hari ini adalah sangat luar biasa, karena Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi khususnya DPTR membeli tanah disana dengan harga kurang lebih Rp. 295. ribu per M2, itu jelas sangat tidak masuk di akal.

 
” Kalau permasalahan tersebut tidak segera diluruskan dan akan berdampak bagi yang lain, apabila tidak selesai, dirinya akan segera menempuh jalur hukum, biar jelas nanti apakah ada yang salah atau tidak dalam proses pengadaan lahan tersebut, karena didalam pengadaan lahan tersebut ada asset yang dibangun dari Anggaran Pemkab Sukabumi Cq Dinas Pariwisata pun turut dibayar lagi, itukan sangat aneh ” Pungkasnya.

 
Reporter: Abby Rizal

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co