Hukum dan Kriminal

Sepak Terjang Kosim Si Dokter Gadungan Berakhir Di Jeruji Besi Polsek Caringin

SUKABUMI – Lentera berita.Com

Satuan Reserse dan Kriminal Polsek Caringin Polres Sukabumi berhasil menghentikan sepak terjang dari seorang Dokter Palsu ( Gadungan ) yang berinisial KS alias Dr. H.Tengku Ismet Ibrahim Bin H.Ahmad saat melakukan aksinya diwilayah Kampung Undrus Desa Caringin Wetan Kecamatan Caringin Sukabumi Jawa barat ( 08/09/2019 ) kemarin.

 
Berdasarkan informasi yang dihimpun Lentera berita.Com , pada awalnya pelaku KS datang ke Caringin dengan dalih mencari sebidang tanah,pada saat itulah KS bertemu dengan salah seorang Korban yang bernama Wawan dan disitulah KS mengaku sebagai seorang Dokter yang mengaku bertugas disalah satu rumah sakit ternama diwilayah Kota Sukabumi.

 
Salah seorang Korban dari Dokter gadungan tersebut ,Hermawan Sutanto ( 48 ) warga kp.undrus Rt.03/01 Desa Caringin wetan Kecamatan Caringin kepada Lentera berita.Com mengatakan bahwa pada awalnya dirinya tidak mengetahui bahwa dokter tersebut palsu atau gadungan,karena memang pada saat itu dirinya sedang sakit lambung dan pinggang,dan diberikanlah obat oleh Dokter Palsu tersebut ,dan selain dirinya ada beberapa pasien lagi yang menjadi korban oleh aksi Dokter Palsu tersebut.

 
” Awalnya dirinya tidak mengetahui bahwa saudara KS tersebut adalah dokter gadungan,tahu – tahu sudah ramai saja bahwa saudara KS ditangkap polisi karena KS merupakan seorang dokter gadungan ,” Ujarnya.

 
Kapolsek Caringin Iptu.Rafiq Rahardian Syah pada saat press release kepada awak media mengatakan bahwa kejadian tersebut awalnya terjadi pada bulan agustus tepatnya pada hari Sabtu tanggal 31 Agustus 2019,bahwa diwilayah Kampung Undrus Desa Caringin Wetan ada seorang Dokter Gadungan yang tengah beraksi,hal tersebut diketahui dari saudar Holid yang merupakan salah seorang korban dari Dokter Gadungan tersebut.

 
” Berkat kerjasama yang baik dengan pihak Puskesmas Caringin,akhirnya pelaku berhasil kami amankan berikut barang bukti berupa obat-obatan dan alat kedokteran lainnya,dan pelaku dijerat dengan pasal 77 jo Pasal 73 ayat (1) dan pasal 78 jo Pasal 73 ayat (2) UU RI No 29 Tahun 2004 tentang prakter Dokter dan Pasal 378 KUHPidana,dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun Penjara,” Pungkasnya.

 

Reporter : Abby Rizal

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top

Powered by themekiller.com watchanimeonline.co